Berhenti Merokok Berkat Rokok Elektronik

by fachry -- 09/04/2015 -- 0 COMMENTS -- 1 VIEWED



 

Perkembangan rokok elektrik didukung dengan banyaknya penjual vapor disegala penjuru Indonesia, termasuk di Jakarta. Banyaknya toko vapor di Jakarta membuat para pengguna mudah menemukan liquid vapor atau rokok elektrik itu sendiri. Banyak para distributor vapor di Jakarta yang menjual vapor secara grosir ataupun ecer.

Rokok elektronik kini sedang populer di antara para perokok. Rokok tersebut diklaim dapat membantu seorang perokok meninggalkan kebiasaannya atau pun bagi yang ingin meneruskan merokok dengan "cara aman".

Dalam jurnal kesehatan PLOS ONE disebutkan hasil survei terhadap 128 dokter mengenai rokok elektronik. Disebutkan, 67 persen responden sepakat bahwa rokok elektronik merupakan solusi untuk mengatasi kecanduan merokok. Bahkan, 35 persen dari dokter tersebut menganjurkan kepada pasiennya yang ingin berhenti merokok.

Kesuksesan meninggalkan kebiasaan merokok berkat rokok elektronik juga dirasakan pembalap nasional Rally Marina (34). Setelah seminggu mencoba rokok elektronik ia mengaku tidak lagi menikmati rokok konvensional.

"Dulu saya bisa habis dua bungkus rokok perhari. Pernah juga selama 3 hari hanya membatasi setengah bungkus, tapi setelah itu nggak kuat. Saya balas dendam, langsung 4 bungkus dalam sehari," katanya ketika dihubungi KOMPAS.com.

Ia pertama kali mencoba rokok elektronik ketika bertemu teman-temannya di Malaysia. "Beberapa teman yang dulunya juga perokok sudah berhenti. Katanya memakai vapor (rokok elektronik) sebagai pengganti. Kemudian saya diberi satu set untuk dicoba," paparnya.

Seminggu setelah mencoba rokok elektronik, ia mengaku hanya mencoba dua batang rokok karena rokok elektroniknya masih di-charge. "Ketika ada teman yang membawakan sebungkus rokok dari Singapura saya coba rasanya bukan main pahit dan dingin," kata ibu satu anak ini.

Rally mengaku sudah merasa nyaman dengan rokok elektronik. "Uapnya itu beda dari asap rokok biasa. Rasanya dingin, tidak berbau, dan tidak berbahaya buat orang lain," ujarnya.

Ketika ia mencoba rokok tembakau lagi ia mengaku tak menemukan kenikmatan rokok. Sekarang cium asapnya pun saya terganggu. Dulu waktu masih merokok bangun tidur suka batuk-batuk dan ada riak, sekarang sudah tidak ada," ujarnya.

Kesuksesannya meninggalkan rokok tembakau lalu ia tularkan kepada sang suami Fitra Eri (39). Fitra yang juga berprofesi sebagai pembalap ini mengaku sejak awal tidak berniat untuk berhenti merokok.

"Saya dikasih hadiah istri vapor. Setelah dicoba ternyata enak dan langsung berhenti merokok," katanya. Pasangan yang bertemu di lintasan balap itu kini menggunakan rokok elektronik yang tidak mengandung nikotin.

Kendati demikian, ia tetap tidak ingin jika anaknya suatu saat mencoba rokok elektronik. "Saya akan beritahu bahwa rokok elektronik ada bahayanya," ujarnya.

Fitra juga tidak menyarankan orang yang tidak merokok untuk mencoba rokok elektronik. "Lebih baik tidak sama sekali," tandasnya. (Kevin Sanly Putera)


Write a comment

Your Name:


Your Comment: Note: HTML is not translated!

Enter the code in the box below: