Popularitas Vapor di Dunia

by fachry -- 09/04/2015 -- 0 COMMENTS -- 1 VIEWED



Popularitas Vapor di Dunia

 

Jakarta, Penjualan rokok eletrik atau vapor sedang melonjak tahun ini. Di Jakarta sendiri banyak pada distributor vapor yang menjual vaporizer secara grosir ataupun ecer. Banyaknya penjual vapor di Jakarta membuat para pengguna mudah mendapatkan refill atau isi ulang vapor itu sendiri.

Popularitas rokok elektrik di seluruh dunia cenderung meningkat belakangan ini. Sampai-sampai, Oxford Dictionaries menetapkan vape sebagai word of the year alias kata terpopuler tahun ini.

Popularitas kata vape mewakili popularitas rokok elektrik, sebuah alat untuk menguapkan nikotin atau bahan lain agar bisa 'dirokok' tanpa asap. Bagi yang belum tahu, kata vape punya makna mengisap rokok elektrik. Kata ini bisa berfungsi sebagai kata kerja maupun kata benda.

Dikutip dari Washingtonpost, Selasa (18/11/2014), kata ini pertama kali muncul tahun 1980-an dalam sebuah tulisan berjudul Why do People Smoke di majalah New Scientist. Rob Stepney, sang penulis mendeskripsikan sebuah alat sebagai berikut.

"An inhaler or 'non-combustible' cigarette, looking much like the real thing, but ... delivering a metered dose of nicotine vapour."

Sejak saat itulah, vape dikenal sebagai aktivitas untuk meghasilkan nicotine vapour atau uap nikotin.

Oxford Dictionaries memilih kata ini sebagai kata terpopuler dengan bantuan software yang memindai penggunaan bahasa di internet. Meski demikian, keputusan final dibuat secara manual oleh manusia, termasuk para editor kamus tersebut.

Penggunaan rokok elektrik sendiri menjadi kontroversi di kalangan dokter dan aktivis pengendalian tembakau. Di satu sisi, rokok elektrik diklaim bisa membantu orang berhenti merokok tembakau. Namun di sisi lain, justru mendorong pemakainya untuk mencoba rokok tembakau karena memang rasanya berbeda.


Write a comment

Your Name:


Your Comment: Note: HTML is not translated!

Enter the code in the box below: