Rokok Elektrik Mulai Diperhatikan Pemerintah

by fachry -- 09/04/2015 -- 0 COMMENTS -- 1 VIEWED



Rokok-elektrik-mulai-diperhatikan-pemerintah?

 

Meledaknya industri rokok elektrik menarik perhatian banyak kalangan, tidak terkecuali pemerintah. Pembahasan demi pembahasan terus terjadi seputar rokok elektrik. Banyaknya peminat akan vapor atau rokok elektrik ini membuat pemerintah memandang rokok elektrik adalah industri yang subur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penjual vapor di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk lebih cermat dalam mengeluarkan regulasi mengenai rokok elektrik. Pasalnya, penggunaan rokok elektrik itu diyakini dapat mengurangi jumlah perokok aktif.

 Demikian hal itu disampaikan oleh Direktur Organisasi Knowledge-Action-Change, Gerry Stimson melalui siaran persnya, di Jakarta, Rabu (4/3/2015). Menurut dia, fakta bahwa di Inggris penggunaan rokok elektrik terbukti mampu menurunkan angka perokok.

 "Alternatif rokok elektrik sebagai cara mengurangi konsumsi rokok konvensional terbukti mampu mengurangi 20% angka perokok dibandingkan utilisasi alternatif rokok lainnya yang hanya mampu mengurang 10% angka perokok," kata Stimson dikutip dari keterangan tertulis Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik.

 Menurutnya, dalam membuat regulasi yang tepat, pemerintah lebih baik mengatur standard operational procedure (SOP) konsumsi rokok elektrik daripada melakukan pelarangan. Sebab pelarangan hanya akan membuat produk-produk ilegal membanjiri pasar dan digunakan oleh banyak orang.

 "Jangan sampai peraturan yang ketat soal rokok elektrik menjadi bumerang. Di satu sisi pemerintah memperketat peraturan rokok elektrik sementara di sisi lain korban akibat asap rokok tembakau semakin banyak," jelasnya.

 Lebih lanjut, Stimson juga menambahkan bahwa Inggris sendiri peraturan rokok elektrik akan dikeluarkan pada Mei 2016. Dalam peraturan ini beberapa hal yang akan diatur adalah terkait kemasannya, standar keamanan produk, pembatasan iklan, serta pengaturan soal bahan-bahan yang digunakan dalam cairannya serta batas maksimal kandungan nikotin di cairan tersebut.

 Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, ikut menanggapi rekomendasi tersebut. Menurut dia, pemerintah masih harus melakukan penelitian mendalam sebelum menerbitkan aturan mengenai rokok elektrik tersebut. Namun dia memberikan apresiasi yang diberikan masyarakat atas rencana penerbitan regulasi rokok elektrik.

 "Untuk semua hal di muka bumi ini, termasuk regulasi rokok elektrik, kesimpulan harus diambil dari beragam penelitian yang arah kesimpulannya sama," ucap Yoga.

 Rencana pemerintah yang hendak membuat regulasi mengenai rokok elektrik, mendapat perhatian khusus dari YPKP. Pemerintah diminta bijak dan berhati-hati dalam membuat regulasi rokok elektrik karena belum ada penelitian ilmiah yang mendalam terkait dampak penggunaan rokok elektrik tersebut.


Write a comment

Your Name:


Your Comment: Note: HTML is not translated!

Enter the code in the box below: